Fendi Haryono

by -
Fendi Haryono (1)
Fendi Haryono, Dipl. Bus, B.Bus (acc), S.H., M.H.

WIKI.JABEJABE.coFendi Haryono, Dipl. Bus, B.Bus (acc), S.H., M.H. adalah seorang entrepreneur, politikus, dan praktisi hukum kelahiran Tanjungpandan 2 Maret 1984. Anak ke empat dari pasangan Hendri Haryono dan Teresia yang akrab disapa Fendi ini memang terlahir di lingkungan keluarga berada. Namun demikian, sedari kecil Fendi diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk hidup mandiri dengan tempaan menjadi pengusaha.

Fendi selalu didik orang tuanya untuk tidak menjadi anak yang manja dan selalu bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Jika pencapaian yang diraih Fendi saat ini bisa disebut dengan kata sukses, maka hal tersebut tidak diraih hanya dengan berhompimpah.

Mari berkilas balik puluhan tahun ke belakang. Saat menduduki Sekolah Dasar (SD) di Regina Pacis pada tahun 1989 – 1995, secara perlahan, orang tua sudah mulai menempa Fendi kecil untuk, sebut saja bekerja. Saat itu, ia sudah mulai berjualan buah bekel dan kelereng. Hal sederhana yang dianggap kecil bahkan sepele. Namun penting untuk disadari, hal sederhana ini kelak menjadi dasar-dasar jiwa entrepreneur, jiwa yang dimilikinya hingga saat ini.

Menginjak usia remaja di Sekolah Menengah Pertama, Fendi yang saat itu mengeyam pendidikan di SMP Negeri 1 Tanjungpandan tidak banyak menghabiskan waktu bermain dengan teman sebaya, laiknya anak-anak lain di kampung. Mengikuti arahan orang tuanya, ia pun berdagang. Jika pagi sekolah, sorenya menjaga toko.

Ia ingat, saat itu orang tuanya sempat memintanya memilih dua opsi, bukan antara bermain dan berdagang, tapi pilihannya adalah menjaga toko (stay) atau menjadi sales (memasarkan dagangan ke luar). Fendi pun memilih menjadi salesman.

Di Negeri Kanguru

Pendidikan SMP dan SMA dikenyam di Tanjungpandan. Kemudian pada tahun 2001, Fendi memilih kuliah di luar negeri, di “Negeri Kanguru”, tepatnya di Taylor Institute of Advances Studies Melbourne, Australia.

Selama kuliah di Negeri Kanguru, pria berbadan subur ini mengambil beberapa jurusan, Diploma I dan Diploma 3 Jurusan Bisnis, sedangkan Strata 1 mengambil Akunting di Monash Colloge dan Monash University.

Di Negeri Kanguru, Fendi tidak hanya fokus menimba ilmu. Selama di sana, ia tetap bekerja paruh waktu dan tidak menggantungkan hidupnya menunggu kiriman orang tua.

Banyak pekerjaan yang dilakoninya semasa kuliah, seperti bekerja di Pabrik Coklat, menjadi security. Bahkan ia juga pernah bekerja sebagai loper Koran dan bekerja di restoran siap saji.

Kembali ke Indonesia

Usai menuntaskan studinya di Australia pada tahun 2005 silam, Fendi memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Di tanah air, Fendi pun mencoba berkarier di Jakarta, ia berbisnis batrei. Kemudian tahun 2013, Fendi mencoba usaha di Belitung, yaitu di bidang alat listrik yang diimpor dari China. Bahkan, saat itu ia mengimpor body lotion dari Amerika.

Sudah menjadi pengusaha sukses, namun Fendi masih haus ilmu. Karenanya, sembari berbisnis, Fendi yang masih betah di bangku kuliah kemudian mengambil jurusaan Hukum di Universitas Islam Azarah pada tahun 2011 dan lulus pada tahun 2014.

Tidak puas hanya dengan title Sarjana Hukum, Fendi pun melanjutkan pendidikannya dan mengambil Magister Hukum Bisnis di Universitas Trisakti Jakarta.

Pada Juni 2016, ia membuat keputusan yang paling besar dalam hidupnya, yakni menjadi mualaf atau masuk agama Islam. Saat itu, Fendi Haryono bersyahadat dipandu oleh Ketua PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam syahadatnya hadir pula Dr Ing Ilham Akbar Habibie yang merupakan anak ketiga Presiden Indonesia, yakni BJ Habibie (almarhum). Sejak saat itu, namanya menjadi Abdullah Fendi Haryono.

Mulai Masuk Dunia Politik

Dilahirkan dari keluarga pedagang, bagi Fendi dunia politik adalah arena baru yang asing di matanya. Politik tidak seperti organisasi, sekelompok orang dengan tujuan yang sama. Walaupun ia sudah melalang buana dalam organisasi, dan ketika kuliah di Australia bergabung dengan Penghimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA). Nyatanya, politik adalah kumpulan orang dengan tujuan tak berbeda.

Meski demikian, sedikit banyak organisasi sudah menyeretnya mengenal pejabat dan kaum-kaum politikus.

Sebagai salah satu orang yang mengidolakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada tahun 2004 ia pernah aktif sebagai salah satu tim relawan pendukung Gus Dur. Sejak saat itu ia mulai aktif dan sering berdialog dengan tokoh-tokoh besar di Nasional.

Ketika pulang ke Indonesia pada tahun 2005, aktifitas berbau politik sempat vakum sampai Tahun 2012. Hingga saat Pemilihan Gubernur Jakarta, saat itu ia aktif kembali untuk memenangkan pasangan Jokowi – Ahok. Lalu di tahun yang sama ia kembali ke dunia bisnis sembari menyelesaikan kuliah S2-nya. Saat itu ia juga kembali ikut dalam relawan pasangan Jokowi – JK, bahkan ia ikut terlibat dalam panitia kampanye akbar yang dimeriahkan oleh Slank saat itu.

Setelah pemilihan, ia pulang ke Belitung. Sabagaimana diketahui, pasangan Jokowi – JK meraih tupuk kursi Presiden dan Wakil Presiden RI, mengalahkan pasangan Prabowo – Hatta.

Di tanah kelahiran Negeri Laskar Pelangi inilah langkah politik Fendi yang sesungguhnya dimulai. Bukan sekedar objek yang mempredikatkan subjek, justru Fendi memulai menjadi subjek yang dalam sebuah kalimat aktif dan pasif.

Suatu ketika, sembari menjalankan bisnisnya, Fendi didatangi seorang dari Partai Perindo. Orang tersebut mencari dan menawari untuk menjadi Ketua Perindo. Padahal saat itu pengalamannya dalam partai terbilang masih kurang. Kemudian dengan pertimbangan ingin belajar, maka la putuskan bergabung dan menjadi ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Belitung pada Tahun 2016.

Partai Perindo dengan jumlah anggota ribuan tersebut sudah mengajarkan dan memaksanya untuk memahami banyak hal. Dalam masa kepemimpinannya selaku Ketua DPD Partai Perindo, ia menyelesaikan mulai dari pembentukan DPD sampai ranting-ranting partai.

Tahun 2017 digelar pesta demokrasi pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat itu Fendi berbeda pilihan dukungan calon gubernur dengan yang didukung Partai Perindo. Perbedaan ini pun membuatnya memutuskan untuk keluar dari Partai Perindo, hal itu dilakukannya karena ia tidak ingin dicap bermain di dua kaki. Fendi pun mengundurkan diri dari Partai Perindo secara baik-baik.

Perceraian dengan Perindo membuatnya bertemu dengan Isyak Meirobie dan masuk dalam Partai NasDem di pertengahan Tahun 2017. Di NasDem, Fendi kemudian menjadi tim pemenangan pasangan ‘Besame’ saat Pilkada Belitung beberapa tahun lalu. Setelah Pilkada dan melihat kondisi percaturan politik, Fendi pun memutuskan untuk masuk dan mencoba mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung, dan menyerahkan dunia bisnis kepada keluarganya.

Pada hari Jumat tanggal 5 April 2019, Fendi Haryono mendapat sebuah kehormatan sekaligus pengokohan bagi dirinya dalam dunia politik dan partai NasDem. Di tanggal tersebut ia diangkat anak oleh Datuk Seri DR. H. Ramli Sutanegara JP.

Pertama kali mengikuti pemilihan legislatif Tahun 2019, dan dengan persiapan yang cukup matang, Fendi mendapatkan perolehan suara sebanyak 1817 orang. Kepercayaan dari masyarakat tersebut membuatnya duduk di kursi dewan dan tergabung dalam Fraksi NasDem.

Kenapa Masuk dalam Dunia Politik

Terjun ke dua politik adalah salah satu jalan untuk memudahkannya menyentuh banyak aspek sosial yang ada di kehidupan masyarakat. Karena menurut Fendi, jika hanya mengandalkan kekuatan finansial sendiri yang terbatas, maka politik adalah solusi untuk merangkul dan mensejahterakan masyarakat.

Dengan politik, banyak yang bisa dilakukannya untuk melayani masyarakat. Seperti mengawal dan mendistribusikan uang negara secara tepat sasaran dan peruntukannya. Dengan demikian kesejahteraan dan keadilan sosial untuk masyarakat bisa tercapai.

Qoute
“Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”

RINGKASAN PENDIDIKAN:
SD Regina Pacis Tanjungpandan (1989 – 1995)
SMPN 1 Tanjungpandan (1995 – 1998)
SMANSA Tanjungpandan (1998 – 2001)
Taylor Institute of Advances Studies Melbourne, Australia (2001)
Diploma of Business, Monash College, Australia (2002)
Pendidikan Brevet Pajak, UKKW, Jakarta (2004)
B.Bus (acc), Monash University, Australia (2005)
Sarjana Hukum, Universitas Azzahra, Jakarta (2011 – 2014)
Magister Hukum Bisnis, Universitas Trisakti (2014 – 2016 )

RINGKASAN KARIR BISNIS:
Loper Koran, Pelayan Restoran Siap Saji, dan Security (di Australia)
Bisnis Baterai di Belitung (2005 – 2013)
Bisnis Alat Listrik impor China (2013 –
Bisnis Body Lotion impor Amerika (2013 –
Bisnis Sarang Walet

HOBI:
Berolahraga
———

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *